Diam diam terdapat tawar menawar Aguan Dengan Pemerintah Masalah NJOP

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi memutarkan rekaman pembicaraan antara pendiri Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, dan Ketua Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik.

Diam diam terdapat tawar menawar Aguan Dengan Pemerintah Masalah NJOP


Dalam rekaman terdengar perintah Aguan kepada politisi PDI Perjuangan dan Partai Gerinda tersebut untuk mengurangi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pulau reklamasi di teluk utara Jakarta.

Pengurangan NJOP bertujuan agar besaran tambahan kontribusi yang berasal dari 15 persen dikali NJOP dikali luas tanah yang terjual dapat lebih kecil.

Rekaman pembicaraan itu diputar pada sidang dengan terdakwa mantan Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja dan stafnya Trinanda Prihantoro yang menghadirkan Prasetio dan Taufik sebagai saksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, kemarin.

Bunyi rekaman sebagai berikut.

Prasetio: Yang masalah NJOP udah beres kan yang dua tiga juta atau berapa itu?

Taufik: hah?

Prasetio: Yah si Tauke (bos) maunya tiga juga aja tuh

Taufik: NJOP? Bener nih mau tiga juta? Udah tiga juta kan kemarin gua bilang Meri

Prasetio: Nah ya sudah kalau tiga juta NJOP besok dihitung yah

Taufik: Karena besok kan dipanggil BPN dipanggil DJP Perpajangan

Prasetio: Ya udah kalau suruh tiga juta ya kita bikin tiga juta nih lo ngomong ya Tauke

Taufik: Siap

Aguan: Fix

Taufik: Siap

Aguan: Fix

Taufik: Siap siap

Aguan: Kalau tiga juta itu, kalau kotor bersihnya udah 10 juta lah

Taufik: Tiga juta?

Aguan: tiga juta base.

Taufik: Ha ah

Aguan: kalau tiga juta itu bersihnya kalau bersihnya itu udah 10 juta ke atas lah

Taufik: he-eh he-eh he-eh

Aguan: karena tiga juta kan kotor itu gross

Taufik: iya ya ya

Pembicaraan Aguan dan Taufik

Aguan: gitu loh cara hitungannya gimana kalau karena ini boleh pakai kan cuma 30 persen lebih

Taufik: he-eh heeh heeh

Aguan: Betul gak? kalau tiga juta kalau itu udah 10 juta belum jalan belum apa fasilitas umum betul gak?

Taufik: he-eh he-eh

Aguan: heeh itu

Taufik: siap siap

Aguan: ya titip baek

Taufik: iya iya pak ya ya

Aguan: yak makasih ayo ayo

"Apa maksud kalimat iyo iyo siap-siap apa maksudnya?" tanya jaksa penuntut umum KPK Nurul Widiasih seperti dilansir dari Antara.

"Saya jawab saja, iyo iyo, itu bahasa Palembang sebagai penghormatan," jawab Prasetyo.

"Untuk apa berbicara dengan Pak Aguan?" tanya jaksa Nurul.

"Saya konsultasi ke beliau adalah yang seperti itu karena saya tidak mengerti maka saya tanya ke Pak Taufik," jawab Prasetio.

Awalnya pemprov DKI mensimulasikan NJOP tanah reklamasi senilai Rp10 juta per meter persegi.

Nilai itu dianggap terlalu mahal untuk nilai tambahan kontribusi yang akan diatur dalam Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara (Pantura) Jakarta (RTRKSP).

0 Response to "Diam diam terdapat tawar menawar Aguan Dengan Pemerintah Masalah NJOP"

Posting Komentar