Smart People - Trik Lazada menarik pelanggan baru

Trik Lazada menarik pelanggan baru

Maret 2015 akan datang menjadi momen paling indah utk Lazada. Itu ialah thn ke3 mereka mengarungi business e-commerce. Benar-benar masihlah terbilang baru di kalangan entrepreneur belanja online. Namun, jangan sampai salah. Lazada sudah menjelma jadi salah satu portal e-commerce terpopuler di pelayanan shopping search engine milik Telunjuk.com.

Shopping search engine merupakan satu bentuk mesin pencari yg khusus diperlukan buat mencari produk-produk yg dipasarkan di toko-toko online di semua Indonesia. Lazada.co.id jadi terpopuler utk sub type Toko Retailer. Tidak Cuma jumlah produknya yg nyaris mencapai 200.000 barang, Lazada.co.id jadi pujaan sebab kemudahan transaksi, tracking product yg menjamin keamanan, juga kecepatan pengiriman.

CEO Lazada Indonesia, Magnus Ekbom - Smart People - Media satu 24


Prestasi ini sangat membanggakan. CEO Lazada Indonesia, Magnus Ekbom, memaparkan perseroan senantiasa berupaya membuat online shopping mall yg baik. Dgn adanya 13 tipe, pengguna bakal konsisten ingat Lazada, yg nyaris jual seluruhnya product rumah tangga.

Menurut Ekbom, ada sekian banyak titik sentuh dgn nasabah yg dimaksimalkan Lazada. Mula-mula, situs. “Tanggal 12 bln 12 kemarin, hari belanja online nasional. Kami menargetkan traffic dapat naik 10 kali lipat di web dalam sehari. Ternyata, traffic naik 10 kali lipat sebelum jam 12 siang. Baru setengah hri. Ini merupakan raihan signifikan utk kami,” menurutnya.

Titik sentuh berikutnya yaitu melalui pelayanan pelanggan (pembeli service) & alat sosial (social-media). Komunikasi dua arah berjalan di sana. Buat memaksimalkan layanan, staf pelayanan nasabah pula beraneka ragam. Ada CS telephone, CS email, & pula buat CS yg melaksanakan chat dengan cara segera.

Ia menambahkan, Lazada juga memiliki laman Facebook dan Twitter khusus. Ada juga Lazada ID yang dibuat khusus untuk menyebarkan info-info terbaru. Komunikasi satu arah juga dilakukan dalam bentuk newsletter. Lewat sanalah, parade diskon diumumkan, apa saja produknya, dan waktunya.

“Konsumen lebih sering menghubungi Lazada via telepon dan email. Cukup banyak telepon dan email yang masuk dalam sehari. Kami punya tim CS banyak untuk mengurusnya. Telepon, email, pesan Facebook dibalas oleh CS. Tapi, untuk posting di wall, itu urusan tim marketing,” katanya.

Beragam strategi layanan itu akhirnya bermuara pada kepuasan konsumen. Di mata Ekbom, pengalaman belanja konsumen pertama kali adalah yang paling krusial. Di sanalah moment of truth-nya. Semua karyawan dituntut untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan saat nasabah berbelanja untuk pertama kalinya di Lazada.

“Bagaimana mereka mau belanja lagi kalau ada pengalaman buruk. Apalagi, konsumen pastinya sharing pengalaman dengan orang lain. Kalau pelayanan belum sesuai pasti jadi bahan pembicaraan. Kalau pengiriman tepat waktu, itu biasa,” katanya.

Pengalaman pertama memang akan selalu diingat. Selain tentu saja kekhawatiran calon pelanggan terkait cara melakukan transfer, pengiriman barang, dan lainnya. Itulah perlunya edukasi tentang cara pengembalian barang yang tidak sesuai dengan keinginan. “Jadi bagaimana cara kita menghadapi konsumen adalah nilai lebih kami.”

#SmartPeople - Mediasatu24

0 Response to "Smart People - Trik Lazada menarik pelanggan baru"

Posting Komentar