
"Kita khawatir bahan kimia tertentu akan kembali menimbulkan resiko bagi warga Tianjin," ujar aktivis Greenpeace seperti dilansir dari CNN, Jumat (14/8/2015). Kekhawatiran serupa ditunjukan penduduk kota di sosial media.
Meskipun ada jaminan dari otoritas setempat, apa yang mungkin masih tertinggal di udara dan air pasca ledakan menjadi satu pertanyaan besar yang belum terjawab.
Tragedi Tianjin setara dengan ledakan lebih dari 20 ton Trinitrotoluene (TNT). Sedikitnya 56 orang meninggal dan lebih dari 700 orang mengalami luka-luka, bahkan ada yang dalam kritis.
Pemerintah Tianjin belum bisa memberikan informasi pasti bahan kimia apa yang tersimpan di gudang penyimpanan tersebut.
"Gudang penyimpanan tersebut besifat tempat penyimpanan sementara. Material kimia disimpan di sana ketika baru sampai dan sebelum ditranspotasikan ke tempat lain," tutur Deputy Director of the City's Work Safety Administration, Gao Huaiyou, Jumat (14/8).
Gudang tersebut rusak akibat ledakan. Gao mengatakan kepada reporter bahwa manager fasilitas gudang memiliki 'informasi memadai' mengenai apa bahan kimia yang tersimpan di sana.
"Sodium cyanide, sebuah bahan kimia sangat beracun yang dapat dengan cepat membunuh manusia jika terkena, adalah salah satunya materialnya," tutur Gao.
0 Response to "Bahan Kimia yang Diyakini Meledak di Tianjin salah satunya Sodium Sianida"
Posting Komentar