Mendapatkan penghasilan yang besar tidak membuat Igin Hendriawan (31), seorang pengojek berbasis aplikasi berpuas diri. Sejak bergabung dengan Grab Bike, pria asal Kuningan, Jawa Barat ini mengumpulkan uang sampai mendapat penghasilan bersih sebesar Rp 40 juta dalam kurun waktu dua bulan.
Igin pertama kali bekerja sebagai pengojek di Grab Bike pada 20 Mei 2015, tepat pada hari peluncuran layanan itu.
Igin bekerja hingga tepat satu hari sebelum Lebaran, 16 Juli 2015. Dia bisa membawa pulang uang sebesar Rp 40 juta yang digunakan untuk investasi dengan cara membeli dua ekor sapi di kampung halamannya.
"Di kampung saya, memang lagi tren investasi sapi. Satu sapi Rp 15 juta, saya beli dua. Kalau dijual, tahun depan, harganya bisa jadi Rp 25 juta satu sapi. Saya untung Rp 10 juta per sapi, jadi bisa dapat Rp 20 juta," kata Igin dalam bincang-bincang denganKompas.com, Rabu (5/8/2015).
Sebelum bergabung di Grab Bike, Igin merupakan pengojek pangkalan yang bekerja di kawasan Kuningan, dekat Allianz Tower, Jakarta Selatan.
Namun, jauh sebelum menjadi pengojek pangkalan, Igin telah mencoba berbagai macam pekerjaan, mulai dari menjadi pegawai di salah satu perusahaan bongkar muat barang di pelabuhan, kru salah satu televisi swasta, karyawan outsourcing, sampai akhirnya Igin memutuskan membuka warung bersama adiknya.
Semasa masih menjadi pengojek pangkalan, Igin harus bersusah payah mencari penumpang sampai akhirnya mendapatkan beberapa penumpang langganan yang selalu menggunakan jasanya.
Kondisi di pangkalan tidak terlalu bebas, karena harus berbagi penumpang dengan pengojek lain.
"Waktu itu, ngojek jadi sampingan. Habis ngojek, ikut ngurusintoko. Jadi bisa terbayang gimana sibuknya dalam sehari," kata dia.
Meski harus bekerja macam-macam, Igin mengaku tidak pernah menganggap hal itu sebagai beban.
Peluang baru
Dia tidak menggantungkan kehidupannya hanya dari pekerjaannya yang digeluti saat ini, tetapi selalu mencari peluang-peluang baru. Menjadi pengojek berbasis aplikasi ini, merupakan salah satu peluang yang diambil oleh Igin.
"Jadi, saya ngojek, bukan sekadar ngojek. Kalau semangatnya cuma ngojek, ambil berapa order, sudah, pulang ke rumah. Kalau saya, semangatnya bekerja. Di Grab ini juga saya manfaatinmomen dan kesempatan," kata Igin.
Setelah merasakan keuntungan menjadi pengojek berbasis aplikasi, Igin pun menyerahkan warung kelontong miliknya sepenuhnya kepada adiknya.
Dengan penghasilannya mengojek, Igin menargetkan untuk bisa membeli sepuluh ekor sapi dengan tujuan agar bisa investasi lebih banyak pada akhir tahun ini.
"Kalau punya sepuluh sapi, untungnya kan bisa sampai Rp 200 juta. Saya memang diajarkan sama orangtua, daripada duit disimpan di bank, mending buat investasi saja. Kalau menguntungkan, kenapa tidak," ujar Igin.
(kompas)
Home » Bisnis »
OntheStreet
» Melalui Grab Bike Pengojek ini Kumpulkan Rp 40 Juta dan membeli Dua Ekor Sapi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Response to "Melalui Grab Bike Pengojek ini Kumpulkan Rp 40 Juta dan membeli Dua Ekor Sapi"
Posting Komentar